MODUL AJAR DEEP LEARNING
INFORMATIKA BAB 5 • SMPN 1 SUPPA
BAB 5 : JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET
Mata Pelajaran: Informatika | Fase D (Kelas IX)
A. IDENTITAS MODUL
UPT SMP NEGERI 1 SUPPA
KAHARUDDIN, S.Pd., M.Pd.Gr.
Informatika
IX / Fase D / Ganjil & Genap
0 JP (Materi disajikan sebagai Proyek Kreatif yang dapat diintegrasikan dalam beberapa pertemuan atau sebagai tugas proyek)
2026 / 2027
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
1. Pengetahuan Awal
Peserta didik telah mempelajari konsep dasar jaringan komputer, internet, dan enkripsi di kelas VII dan VIII. Mereka merupakan pengguna aktif internet untuk berbagai keperluan, seperti pembelajaran, komunikasi, pencarian informasi, hiburan, dan media sosial.
Peserta didik juga telah memiliki pengalaman dasar dalam menggunakan perangkat digital dan dapat mengembangkan pengalaman tersebut untuk memahami keamanan, etika, dan tanggung jawab dalam berinternet.
2. Minat
Peserta didik memiliki minat tinggi dalam menggunakan media sosial dan berkomunikasi secara daring, sehingga topik keamanan dan etika berinternet sangat relevan bagi mereka.
Minat tersebut dapat diarahkan melalui kegiatan proyek kreatif yang memungkinkan peserta didik menghasilkan poster, komik, atau video pendek yang menyampaikan pesan positif tentang keamanan internet.
3. Latar Belakang
Mayoritas peserta didik aktif di dunia maya, namun kesadaran akan risiko seperti perundungan siber (cyberbullying), hoaks, dan pelanggaran privasi masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, peserta didik perlu dibiasakan untuk tidak hanya menerima informasi digital secara langsung, tetapi juga mampu membaca dan memahami data sederhana yang berkaitan dengan penggunaan internet.
Peserta didik perlu memahami bahwa angka, data, persentase, dan grafik dapat membantu mereka mengetahui kondisi atau permasalahan di lingkungan digital serta menjadi dasar dalam menyusun pesan kampanye yang lebih tepat sasaran.
4. Kebutuhan Belajar
Visual:
Materi pengantar berupa ilustrasi komik yang menggambarkan skenario baik dan buruk dalam berinternet sangat efektif.
Peserta didik juga membutuhkan contoh tabel, grafik, dan infografis sederhana yang menunjukkan data terkait penggunaan internet, keamanan digital, hoaks, privasi, atau perundungan siber.
Auditori:
Diskusi kelompok untuk bertukar pikiran mengenai isu-isu keamanan internet dan merancang pesan kampanye.
Peserta didik juga dapat mendiskusikan makna data yang diperoleh sebelum menentukan pesan kampanye.
Kinestetik:
Proses pembuatan karya kreatif berupa poster, komik, atau video yang melibatkan aktivitas desain dan produksi.
Peserta didik juga melakukan aktivitas mengumpulkan, mengelompokkan, dan menyajikan data sederhana.
Numerasi Digital:
Peserta didik membutuhkan pengalaman untuk:
- Membaca data sederhana tentang penggunaan internet.
- Mengidentifikasi informasi numerik dalam sebuah berita atau konten digital.
- Membandingkan data.
- Menghitung persentase sederhana.
- Menyajikan data dalam tabel atau grafik.
- Menggunakan data untuk menentukan masalah yang perlu diangkat dalam kampanye.
- Menyampaikan informasi numerik secara jujur dan tidak menyesatkan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
Konseptual:
Memahami pentingnya praktik berinternet yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
Peserta didik memahami bahwa data dan informasi numerik yang ditemukan di internet perlu dibaca, dibandingkan, dan ditafsirkan secara kritis sebelum digunakan atau disebarkan.
Prosedural:
Peserta didik mampu:
- Merancang sebuah karya untuk mengkampanyekan pesan positif tentang keamanan internet.
- Mengumpulkan data sederhana yang relevan dengan topik kampanye.
- Mengolah data secara sederhana.
- Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau infografis.
- Menggunakan data sebagai pendukung pesan kampanye.
- Membuat poster, komik, atau video pendek.
2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
Sangat relevan karena langsung menyentuh aktivitas sehari-hari peserta didik di dunia digital. Peserta didik dibekali kemampuan untuk menjadi warga digital yang lebih bijak dan aman serta mampu memahami informasi numerik yang mereka temukan di internet.
3. Tingkat Kesulitan
Rendah hingga sedang. Memahami pesan keamanan internet relatif mudah, namun membuat karya kreatif yang efektif, mengolah data sederhana, dan menyajikan informasi secara menarik membutuhkan usaha dan keterampilan.
4. Struktur Materi
Materi disajikan dalam bentuk:
- Ilustrasi kasus penggunaan internet yang baik dan buruk.
- Identifikasi masalah keamanan internet.
- Pengenalan data dan informasi numerik dalam kehidupan digital.
- Pengumpulan data sederhana.
- Pengolahan data.
- Penyajikan data.
- Perancangan pesan kampanye.
- Pembuatan karya kreatif.
- Pameran dan presentasi karya.
- Refleksi dan evaluasi dampak pesan kampanye.
5. Integrasi Nilai dan Karakter
Menerapkan empati dan tidak melakukan perundungan di dunia maya serta menghormati privasi orang lain.
Mampu memilah dan mengevaluasi informasi di internet untuk mengidentifikasi hoaks serta memahami informasi numerik secara kritis.
Menghasilkan karya kampanye berupa poster, komik, atau video yang orisinal dan persuasif.
Bekerja sama dalam tim untuk membuat proyek kampanye keamanan internet.
Mengembangkan tanggung jawab pribadi untuk menjaga keamanan akun dan data diri.
Menunjukkan kepedulian dengan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya berinternet secara aman kepada lingkungan sekitar.
Menggunakan angka dan data secara kritis, jujur, dan bertanggung jawab untuk mendukung pesan kampanye keamanan internet.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Menunjukkan akhlak yang baik dalam berinteraksi di dunia digital, seperti tidak menyebarkan kebencian dan menghargai orang lain.
Berperan aktif sebagai warga digital yang baik dengan menyebarkan pesan positif dan kesadaran tentang keamanan siber.
Mampu menganalisis informasi yang diterima dari internet dan tidak mudah percaya pada hoaks. Mampu membaca dan mengevaluasi angka atau data yang terdapat dalam informasi digital.
Menghasilkan karya digital yang inovatif untuk edukasi publik.
Bekerja dalam tim untuk merancang dan melaksanakan proyek dari awal hingga akhir.
Mampu menyampaikan pesan penting tentang keamanan internet secara efektif melalui media visual atau audiovisual.
Mampu memahami, mengolah, dan menyajikan informasi numerik sederhana dalam lingkungan digital serta menggunakan data sebagai dasar untuk menyusun pesan dan mengambil keputusan.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi masalah komputasi; memahami konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari; memahami konsep lembar kerja pengolah data; menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data berstruktur sederhana dengan volume kecil; serta menuliskan sekumpulan instruksi dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format pseudocode.
Memahami cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet; mengetahui kualitas informasi dan kredibilitas sumber informasi digital; mengenal ekosistem media pers digital; membedakan fakta, opini, dan hoaks; memahami pemanfaatan perangkat teknologi pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi; mampu mendeskripsikan komponen, fungsi, dan cara kerja komputer; memahami konsep dan penerapan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel; mengetahui jenis ruang publik virtual; memahami pemanfaatan perangkat teknologi digital untuk produksi dan diseminasi konten; memahami pentingnya menjaga rekam jejak digital, mengamalkan toleransi dan empati di dunia digital, memahami dampak perundungan digital, membuat kata sandi yang aman; memahami pengamanan perangkat dari berbagai jenis malware, memilah informasi yang bersifat privat dan publik, melindungi data pribadi dan identitas digital serta memiliki kesadaran penuh (mindfulness) dalam dunia digital.
Peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi angka dan data sederhana dalam informasi digital.
- Membaca dan memahami data yang disajikan dalam tabel, grafik, atau infografis.
- Membandingkan data yang berkaitan dengan penggunaan dan keamanan internet.
- Melakukan perhitungan sederhana, seperti jumlah, selisih, dan persentase.
- Mengolah data sederhana menggunakan perangkat digital.
- Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau infografis.
- Menggunakan data sebagai dasar untuk menentukan masalah dan sasaran kampanye.
- Menginterpretasikan data secara kritis dan tidak menyebarkan angka atau informasi yang belum terverifikasi.
- Menyampaikan data secara jujur, proporsional, dan tidak menyesatkan dalam karya kampanye digital.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
PPKn: Pendidikan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara digital.
Bahasa Indonesia: Menulis naskah atau slogan yang efektif dan persuasif untuk karya kampanye.
Seni Budaya: Mendesain visual poster, komik, atau storyboard video agar menarik secara estetika.
Matematika: Mengintegrasikan konsep bilangan, perbandingan, persentase, tabel, dan grafik dalam membaca serta menyajikan data.
Numerasi Digital: Menggunakan perangkat digital untuk mencari, mengolah, menyajikan, dan menginterpretasikan data yang berkaitan dengan keamanan internet.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan proyek pada bab ini, peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi contoh praktik berinternet yang aman dan tidak aman.
- Mengidentifikasi masalah keamanan internet yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
- Membaca dan memahami data sederhana yang berkaitan dengan penggunaan dan keamanan internet.
- Membandingkan data dan melakukan perhitungan sederhana yang relevan dengan topik kampanye.
- Merancang sebuah pesan kampanye tentang keamanan internet berdasarkan masalah dan data yang relevan.
- Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau infografis sederhana.
- Membuat sebuah produk kreatif berupa poster, komik, atau video pendek yang mengkomunikasikan pesan tersebut.
- Menunjukkan sikap sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
- Menyampaikan informasi numerik secara jujur dan tidak menyesatkan.
- Merefleksikan manfaat data dalam membantu menyusun kampanye keamanan internet yang lebih efektif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
- Menjaga privasi keluarga.
- Tidak mengunggah foto tanpa izin.
- Melawan perundungan siber (cyberbullying).
- Cara mengenali dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks).
- Pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat.
- Memahami data penggunaan internet.
- Membaca grafik dan infografis digital.
- Menggunakan data untuk membuat kampanye digital.
- Menyajikan angka dan data secara jujur.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL).
Pendekatan: Deep Learning — Mindful, Meaningful, Joyful Learning.
Mindful Learning: Peserta didik diajak sadar akan dampak dari setiap tindakan mereka di dunia maya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Peserta didik juga diajak menyadari bahwa informasi berupa angka dan data yang mereka temukan di internet harus diperiksa dan dipahami sebelum disebarkan.
Meaningful Learning: Proyek ini terasa bermakna karena peserta didik tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga berkontribusi untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih baik bagi komunitas sekolah. Peserta didik menggunakan data sederhana sebagai dasar untuk memahami masalah dan menyusun pesan kampanye yang lebih relevan.
Joyful Learning: Proses berkarya secara kreatif dalam kelompok memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi. Penggunaan tabel, grafik, dan infografis membuat peserta didik dapat menyampaikan data secara kreatif dan mudah dipahami.
Metode Pembelajaran: Diskusi, Curah pendapat (brainstorming), Observasi data, Pengolahan data sederhana, Kerja proyek, Presentasi, Pameran karya, Refleksi.
Diferensiasi Proses: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk saling mendukung. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan sesuai kebutuhan tiap kelompok. Kelompok yang membutuhkan bantuan diberikan contoh data dan tabel sederhana. Kelompok yang lebih siap dapat mencari dan mengolah data secara mandiri dari sumber yang relevan dan terpercaya.
Diferensiasi Produk: Kelompok diberi kebebasan untuk memilih bentuk karya akhir: Poster digital/manual, Komik, Video pendek, Infografis digital.
Diferensiasi Numerasi Digital:
- Tingkat Dasar: Membaca data yang sudah tersedia dan menentukan data terbesar atau terkecil.
- Tingkat Menengah: Menghitung jumlah, selisih, atau persentase sederhana.
- Tingkat Lanjutan: Mengolah data, membuat grafik, dan menarik kesimpulan untuk mendukung pesan kampanye.
Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan OSIS atau majalah dinding sekolah untuk mempublikasikan karya-karya terbaik.
Mitra Digital: Menggunakan aplikasi desain gratis seperti Canva, aplikasi menggambar digital, aplikasi penyunting video, atau aplikasi lembar kerja di gawai.
Ruang Fisik: Ruang kelas atau laboratorium komputer untuk kerja kelompok dan pameran karya sederhana.
Ruang Digital: Mengumpulkan, mengolah data, membuat grafik, desain, & karya kampanye.
Budaya Belajar: Saling menghargai, empati, tanggung jawab sosial, berpikir kritis, jujur.
Media Presentasi: Ilustrasi Bab 5, tabel data, grafik, infografis, kampanye digital.
Pengolahan Data: Lembar kerja digital untuk mencatat, menghitung, tabel, grafik.
Publikasi Digital: Media sosial sekolah atau mading.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1: PERENCANAAN PROYEK
2 JP : 80 MENIT- Orientasi dan Doa: Guru membuka pelajaran.
- Apersepsi: Guru menampilkan ilustrasi-ilustrasi dari Bab 5. Guru memantik diskusi dengan pertanyaan:
- "Manakah dari kejadian ini yang pernah kalian lihat atau alami?"
- "Apa bahayanya?"
- "Apakah kalian pernah melihat angka atau data tentang masalah tersebut di internet?"
- "Bagaimana kita mengetahui apakah data tersebut dapat dipercaya?"
- Penyampaian Proyek: Guru menjelaskan bahwa alih-alih ujian, bab ini akan ditutup dengan sebuah proyek: "Membuat Kampanye Internet Aman." Guru menjelaskan bahwa karya kampanye dapat menggunakan data sederhana untuk memperkuat pesan yang disampaikan.
- Pembentukan Kelompok: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 3–4 orang.
- Identifikasi Masalah: Setiap kelompok berdiskusi untuk memilih satu topik spesifik: Anti-hoaks, Stop cyberbullying, Jaga privasi, Keamanan kata sandi, Penggunaan internet secara sehat, Perlindungan data pribadi.
- Eksplorasi Data: Setiap kelompok mencari atau menggunakan data sederhana yang relevan dengan topik mereka. (Contoh data: Jumlah peserta didik yang pernah menerima informasi mencurigakan, Jumlah yang pernah melihat komentar negatif, Hasil survei sederhana kebiasaan menjaga privasi, atau Angket kebiasaan internet. Data diperoleh melalui survei sederhana di kelas/sekolah).
- Pengolahan Data: Kelompok mengolah data sederhana.
Contoh: Dari 30 siswa yang disurvei: 18 siswa pernah menerima informasi yang belum diketahui kebenarannya, 12 siswa belum pernah.
Hitung: 18 + 12 = 30 siswa | Persentase: 18 ÷ 30 × 100% = 60%
Kesimpulan: "Sebanyak 60% responden dalam survei kelompok kami pernah menerima informasi yang belum diketahui kebenarannya."
- Curah Pendapat dan Perancangan: Brainstorming ide karya (Bentuk: Poster/Komik/Video; Pesan Utama; Target Audiens: Teman sebaya/Adik kelas/Guru/Orang tua; Data Pendukung).
- Penyusunan Rencana: Membuat rencana kerja sederhana (Pembagian tugas, alat, data yang diperlukan, sumber data, cara mengolah, bentuk penyajian, linimasa).
- Presentasi Rencana: Setiap kelompok menyampaikan secara singkat topik, masalah, data, bentuk karya, pesan utama, dan target audiens.
- Tindak Lanjut: Peserta didik mulai mengerjakan proyek di luar jam pelajaran.
PERTEMUAN 2: PELAKSANAAN DAN PAMERAN KARYA
Catatan: Waktu pengerjaan proyek utama dilakukan di luar jam pelajaran.
- Orientasi dan Doa: Guru membuka pelajaran.
- Finalisasi Karya: Guru memberikan waktu singkat untuk sentuhan akhir. Memastikan: Pesan jelas, Data sesuai, Angka benar, Sumber data dicantumkan jika dari luar, Grafik/infografis mudah dipahami.
- Pameran Karya — Gallery Walk: Memajang karya (Poster/komik di dinding, Video via laptop/proyektor, Infografis digital). Peserta didik berkeliling mengapresiasi dan memberikan umpan balik positif dengan sticky notes.
- Fokus Numerasi Digital: Perhatian terhadap relevansi data, kebenaran angka, kemudahan membaca grafik, kesesuaian kesimpulan, dan kejujuran penyajian data.
- Presentasi Singkat: Kelompok sukarela mempresentasikan alasan topik, masalah, data, pengolahan data, desain, dan pesan kampanye.
- Refleksi: Guru mengajak refleksi bersama ("Pesan penting apa yang paling kalian ingat?", "Apa yang bisa dilakukan bersama?", "Apakah data membantu?", "Mengapa harus berhati-hati dengan angka/data?").
- Apresiasi: Memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua kelompok.
- Penutup: Salam dan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
Diskusi Awal: Penilaian pemahaman awal tentang risiko internet. Guru mengidentifikasi kemampuan membaca tabel, grafik, persentase sederhana, membedakan data dan opini, serta menentukan kredibilitas data.
Observasi: Mengamati proses kerja kelompok, kolaborasi, pembagian tugas, pengumpulan/pengolahan data, dan penggunaan data secara bertanggung jawab.
Umpan Balik: Masukan terhadap rencana proyek, pemilihan topik, pengolahan, penyajian data, dan pesan kampanye.
Produk / Proyek: Menilai karya akhir berupa Poster, Komik, Video, atau Infografis berdasarkan rubrik berikut:
| Kriteria | Sangat Baik | Baik | Cukup | Perlu Bimbingan |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan Pesan | Pesan sangat jelas, kuat, dan mudah dipahami | Pesan jelas | Pesan cukup jelas | Pesan kurang jelas |
| Kreativitas | Sangat orisinal dan menarik | Kreatif dan menarik | Cukup kreatif | Kurang kreatif |
| Kualitas Teknis | Sangat rapi dan berkualitas | Rapi | Cukup rapi | Kurang rapi |
| Relevansi | Sangat relevan dengan kehidupan siswa | Relevan | Cukup relevan | Kurang relevan |
| Penggunaan Data | Data akurat, relevan, dan mendukung pesan | Data relevan dan cukup tepat | Data masih terbatas | Data tidak sesuai |
| Penyajikan Data | Data disajikan jelas melalui tabel/grafik/infografis | Penyajian cukup jelas | Penyajian masih sederhana | Data sulit dipahami |
| Interpretasi Data | Kesimpulan sangat sesuai dengan data | Kesimpulan sesuai | Kesimpulan sebagian sesuai | Kesimpulan tidak sesuai |
| Etika Digital | Sangat memperhatikan privasi dan etika | Memperhatikan etika | Ada beberapa kekurangan | Belum memperhatikan etika |
H. PROYEK NUMERASI DIGITAL: "DATA BICARA, INTERNET LEBIH AMAN"
Peserta didik melakukan survei sederhana terhadap teman sekelas atau kelompok mengenai salah satu topik keamanan internet.
Contoh pertanyaan:
- Apakah kamu pernah menerima informasi yang belum diketahui kebenarannya?
- Apakah kamu pernah melihat perundungan di media sosial?
- Apakah kamu menggunakan kata sandi yang berbeda untuk akun yang berbeda?
- Apakah kamu pernah membagikan foto teman tanpa izin?
- Apakah kamu memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya?
Alur Data: Dikumpulkan → Dihitung → Dibandingkan → Disajikan → Diinterpretasikan → Digunakan sebagai dasar kampanye.
| Respons | Jumlah |
|---|---|
| Pernah menerima informasi mencurigakan | 18 |
| Belum pernah menerima | 12 |
| Total | 30 |
Hitungan Persentase: 18 ÷ 30 × 100% = 60%
Peserta didik dapat membuat grafik batang atau diagram sederhana.
* Peserta didik harus memahami bahwa angka tersebut merupakan hasil survei kelompok, bukan otomatis mewakili seluruh siswa atau masyarakat.
I. REFLEKSI PESERTA DIDIK
Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif berikut:
- Apa risiko terbesar yang saya temukan dalam penggunaan internet?
- Apa yang saya pelajari tentang keamanan internet?
- Apakah saya dapat membedakan informasi yang dapat dipercaya dan yang meragukan?
- Apakah saya dapat membaca data dalam tabel atau grafik?
- Apakah saya dapat menghitung persentase sederhana?
- Apakah saya dapat menggunakan data untuk mendukung pesan kampanye?
- Mengapa data harus disampaikan secara jujur?
- Apakah saya dapat membedakan antara data hasil survei dan fakta yang berlaku secara umum?
- Apa kontribusi saya dalam kelompok?
- Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi warga digital yang lebih bertanggung jawab?
J. REFLEKSI GURU
Guru melakukan refleksi terhadap:
- Apakah peserta didik memahami risiko penggunaan internet?
- Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi masalah keamanan internet?
- Apakah peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok?
- Apakah peserta didik mampu menghasilkan karya kreatif?
- Apakah peserta didik mampu membaca data sederhana?
- Apakah peserta didik mampu melakukan perhitungan sederhana?
- Apakah peserta didik mampu menyajikan data dalam bentuk grafik atau infografis?
- Apakah peserta didik mampu menggunakan data secara jujur?
- Apakah peserta didik memahami bahwa data dari survei terbatas tidak selalu dapat digeneralisasi?
- Apakah Numerasi Digital membantu peserta didik membuat kampanye yang lebih kuat dan relevan?
K. TINDAK LANJUT
Peserta didik yang mengalami kesulitan diberikan:
- Data sederhana yang sudah disiapkan.
- Tabel yang sudah tersedia.
- Latihan membaca tabel.
- Latihan membaca grafik.
- Latihan menghitung jumlah dan persentase sederhana.
- Pendampingan menggunakan lembar kerja digital.
Peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran diberikan tantangan untuk:
- Melakukan survei dengan jumlah responden lebih banyak.
- Membandingkan dua kelompok data.
- Membuat grafik digital.
- Membuat infografis berbasis data.
- Menganalisis hasil survei.
- Menyusun kampanye berdasarkan data.
- Membandingkan hasil survei dengan informasi dari sumber terpercaya.
- Membuat laporan singkat mengenai hasil kampanye.
L. PENUTUP
Pembelajaran Bab 5: Jaringan Komputer dan Internet dirancang melalui proyek kreatif "Kampanye Internet Aman". Peserta didik tidak hanya memahami pentingnya keamanan, etika, privasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan internet, tetapi juga belajar menggunakan Numerasi Digital untuk memahami permasalahan yang terjadi di lingkungan digital.
Melalui integrasi Numerasi Digital, peserta didik belajar bahwa data tidak hanya digunakan untuk menghitung, tetapi juga dapat digunakan untuk:
Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang aman, kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan mampu menggunakan data secara bijak.
PENGESAHAN
Mengetahui,
Kepala Sekolah
HAERUDDIN, S.Pd.
NIP. 197810112005021005
Pinrang, 13 Juli 2026
Guru Mata Pelajaran
KAHARUDDIN, S.Pd., M.Pd.Gr.
NIP. 199609122019031006